Mongabay

Ke mana larinya upah Nakhkoda kapal cumi ini?

Setelah 133 hari melaut dan membawa pulang hasil tangkapan senilai lebih dari Rp 1,2 miliar, Nakhkoda KM Bahari Jaya hanya membawa pulang sebagian kecil dari upah yang dijanjikan di darat.

Hijau teal — hak yang seharusnya diterima sesuai kesepakatan
Hijau muda — uang yang benar-benar dibawa pulang

Dua skenario, satu trip yang sama

Perbandingan antara pembagian hasil yang seharusnya berlaku menurut kesepakatan lisan, dan pembagian hasil yang senyatanya diterima Nakhkoda. Arahkan kursor ke setiap baris untuk melihat penjelasannya.

Skenario 1 — Hak Seharusnya
Rp 0
  • Gaji harian (Rp80.000 × 133 hari)Rp 10.640.000
  • Premi 17,5% dari laba bersihRp 102.868.675
  • Dikurangi bon pribadi selama trip− Rp 13.000.000
  • Total hak bersihRp 100.508.675
Skenario 2 — Realita Diterima
Rp 0
  • Gaji dibayar (Rp50.000 × 133 hari)Rp 6.650.000
  • Premi dibayarkanRp 0
  • Total dibawa pulangRp 6.650.000
Selisih yang belum dibayarkan
Rp 0
93% dari hak bersih yang seharusnya diterima Nakhkoda setelah bongkar muatan tidak sampai ke tangannya.
Ketuk untuk melihat rincian selisih ›
Rp 96.218.675 — premi yang seharusnya dibayarkan tapi ditahan Rp 3.990.000 — kekurangan gaji harian dibanding kesepakatan lisan 133 hari — lama trip tanpa kepastian premi dibayarkan

Seberapa jauh selisihnya, per komponen upah

Realisasi
0
25 jt
50 jt
75 jt
100 jt
Premi
0%
Gaji
63%
0 25 jt 50 jt 75 jt 100 jt
Rupiah per komponen, untuk trip 133 hari
Diterima
Dijanjikan
Selisih yang belum dibayarkan

Grafik 2. Perbandingan nilai yang dijanjikan dan yang benar-benar diterima Nakhkoda, per komponen upah, untuk satu trip 133 hari. Premi tidak dibayarkan sama sekali, sementara gaji harian hanya terealisasi 63% dari kesepakatan lisan.